Suyati Pensiunan Guru SMAN 2 Bangkinang Kota, Penakluk Jalur Ekstrim Riau -Sumbar

Suyati Pensiunan Guru SMAN 2 Bangkinang Kota, Penakluk Jalur Ekstrim Riau -Sumbar
Suyati, A.Md pensiunan guru SMAN 2 Bangkinang Kota, Kampar, Provinsi Riau hobi bersepeda motor jarak jauh. (Foto: Feri Maulana)

Kampar, AsiaPeristiwa.com - Bangkinang ke Kota Padang yang berjarak sekitar 250 kilomester, mampu ditaklukkan hanya selama 6 jam oleh ibu guru berusia 63 tahun. Padahal Medannya cukup ekstrim, terbih sepanjang jalur di kawasan Pangkalan, kelok 17 yang menembus Bukit barisan itu, berliku, menanjak tajam, lalu turunan panjang yang juga berliku-liku dengan jurang dalam sepanjang bibir jalan. Begitu juga saat menyusuri ruas  Bukittinggi hingga Lemba Anai, membelah dua gunung Singgalang dan Marapi yang dikenal jalur maut itu. Namun bagi Suyati, A.Md mantan  guru SMAN 2 Bangkinang Kota, jalanan ekstrim tersebut biasa baginya. "Awalnya saya bolak-balik bersepeda motor Bangkinang-Padang sejak 2011, selalu ngegas sepeda motor sendiri mengunjungi anak di Kota Padang. Baru-baru ini saya dari Padang berangkat pukul 06.15, tiba di Bangkinangvpukul 12.11. Berhenti hanya isi BBM dan makan snack untuk jaga stamina. Rata-rata tiap 2 bulan sekali saya bersepeda motor ke Padang. Kini saya tinggal di Padang, tiap sekali sebulan saat acara arisan ibu-ibu SMA 2, saya meluncur ke Bagkinang, ini baru 2 hari tiba, lusa saya dari Padang," ujar Suyati mantan guru bidang studi seni dan budaya itu, Kamis (9/4/2026) berkisah.

Yang bikin geleng-geleng kepala, saat ini  masih berani melarikan sepeda motor Filano berkapasitas 125 cc dengan kecepatan 70 hingga 75 km/jam, sesekali kecepatan 80 km/jam saat jalan lurus dan nyaman. "Alhamdulillah selama 15 tahun berkendara Padang-Bangkinang saya selamat-selamat saja, tidak pernah ada insiden laka lantas, ya kita selalu mematuhi etika berlalu lintas dan taat rambu-rambu, terkadang sesekali saya juga kompoi, saat bertemu di jalan pemotor kawula muda, saya ikut mengiringi dari belakang biar ada teman di perjalanan. Malam hari, saya juga pernah berkendara, namun saya agak khawatir karena banyak truk yang melaju kencang," ujarnya.

Sebelum menggunakan motor Filano, Suyati selama 10 tahun menggunakan motor Yamaha Mio Z, dan sebelumnya lagi ia menunggangi Mio Soul. Suyati begitu mencintai produk keluaran Yamaha, Yamaha ini bandel, katanya lagi.

Tidak saja Bangkinang-Padang, ternyata Suyati sesekali juga berkelana ke daerah lain di Sumbar, Pariaman dan Pasaman paling sering dijajaki sepeda motornya. (APC-FM)

#ibu pensiunan pemotor tangguh