Jakarta, AsiaPeristiwa.com - Letjen Djon Afriandi mencatatkan namanya dalam sejarah sebagai sosok pertama yang menjabat Panglima Komando Pasukan Khusus (Kopassus), seiring perubahan struktur organisasi di tubuh satuan elite TNI AD tersebut.
Pada 10 Agustus 2025 menjadi momentum penting bagi Kopassus. Berdasarkan Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/1033/VIII/2025, jabatan pimpinan yang sebelumnya dikenal sebagai Komandan Jenderal (Danjen) resmi diubah menjadi Panglima Kopassus.
Perubahan ini menandai penyesuaian strategis dalam struktur komando pasukan khusus Indonesia agar lebih adaptif terhadap tantangan modern.
Dalam momen bersejarah itu, Djon Afriandi yang saat itu menjabat sebagai Danjen Kopassus, dipercaya mengemban posisi baru sebagai Panglima Kopassus.
Bersamaan dengan itu, pangkatnya pun naik menjadi Letnan Jenderal (Letjen), menjadikannya perwira pertama yang menduduki jabatan tersebut.
Djon Afriandi lahir pada 14 Juni 1972 di Payakumbuh, Sumatera Barat, dari keluarga militer. Ayahnya, Afifuddin Thaib, merupakan seorang perwira TNI yang berasal dari Pasar Melintang, Kecamatan Teluk Segara, Kota Bengkulu.
Latar belakang keluarga ini membuat Djon tumbuh dalam lingkungan disiplin militer sejak kecil.
Saat Djon lahir, sang ayah tengah bertugas sebagai Perwira Seksi (Pasi IV) di Yonif 131/Braja Sakti.
Karier militer Afifuddin kemudian membawanya berpindah tugas, termasuk ke Bandung sebagai Kasdim 0618/Bandung pada 1975.
Di kota inilah Djon menghabiskan masa pendidikannya, mulai dari SDN Sukarasa 3/5, SMPN 5 Bandung, hingga SMAN 2 Bandung.
Afifuddin Thaib sendiri mengakhiri pengabdiannya di TNI (saat itu masih ABRI) pada tahun 1995 dengan pangkat Mayor Jenderal, setelah menjabat sebagai Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad).
Jejak karier sang ayah tampaknya menjadi inspirasi kuat bagi Djon untuk mengikuti jalan yang sama.
Djon Afriandi kemudian menempuh pendidikan di Akademi Militer dan lulus pada tahun 1995 sebagai peraih penghargaan tertinggi, Adhi Makayasa, sebuah prestasi yang menandakan keunggulan akademik, fisik, dan kepribadian.
Ia juga memperluas wawasan militernya dengan melanjutkan studi di Naval Postgraduate School (NPS) di Amerika Serikat dan meraih gelar Master of Science in Defense Analysis.
Sepanjang karier militernya, Djon dikenal sebagai perwira yang matang di lingkungan Kopassus.
Ia memulai dari jenjang bawah sebagai komandan peleton hingga menapaki berbagai posisi strategis. Pengalamannya juga mencakup tugas di Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres), di mana ia pernah menjabat sebagai Komandan Detasemen 1 Grup A pada 2011–2013, serta Wakil Komandan Grup A pada masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Selain itu, ia pernah dipercaya sebagai Komandan Korem 012/Teuku Umar pada periode 2020–2022, lalu menjabat Staf Khusus Kepala Staf Angkatan Darat pada 2023–2024.
Pada tahun 2024, ia ditunjuk menjadi Danjen Kopassus menggantikan Mayjen TNI Deddy Suryadi yang beralih tugas sebagai Pangdam Jaya.
Setahun kemudian, seiring restrukturisasi organisasi Kopassus, Djon Afriandi diangkat sebagai Panglima Kopassus, menjadikannya pionir dalam jabatan baru tersebut di Indonesia.
Sebagai prajurit, Djon tidak hanya dikenal karena rekam jejak kepemimpinannya, tetapi juga berbagai kualifikasi militer bergengsi yang dimilikinya.
Selain Adhi Makayasa 1995, ia juga mengantongi sejumlah brevet elit seperti Kualifikasi Penanggulangan Teror, Pandu Udara, dan Komando.
Ia juga memperoleh sertifikasi internasional seperti Master Parachutist Badge dari Singapura dan Amerika Serikat, serta Parachute Monitor dari Prancis.
Dengan latar belakang pendidikan, pengalaman lapangan, serta prestasi yang dimilikinya, Letjen Djon Afriandi dinilai sebagai figur yang tepat untuk memimpin Kopassus dalam babak baru transformasi organisasi, sekaligus menghadapi dinamika ancaman keamanan yang semakin kompleks di masa depan. Sumber: Zaid Abdullah. (APC-FM)
#Djon Afriandi yang lagi viral