Zulmansyah Sekedang Sekjen PWI Pusat, Teladan Kesederhanaan Insan Pers

Zulmansyah Sekedang Sekjen PWI Pusat, Teladan Kesederhanaan Insan Pers
Rumah pribadi Zulmansyah Sekedang (alm), Sekjen PWI Pusat di Komplek sakinah 2 Blok B nomor 7, Panam, Kota Pekanbaru. (Foto: Feri Maulana)

Pekanbaru, AsiaPeristiwa.com - Kepergian Sekretaris Jendral Persatuan Wartawan Indonesia (Sekjen PWI) Pusat H Zulmansyah Sekedang menyisahkah duka mendalam di kalangan insan pers dan di organisasi PWI khususnya. Terlebih pada awak media Provinsi Riau. Zulmansyah putra asli Aceh tersebut meninggalkan seorang istri dan satu orang anak laki-laki. Saat disemayamkan di kediamannya di Komplek Sakinah 2 Blok B nomor 7, Purwodadi, Panam Kota Pekanbaru, sungguh ramai sahabat dan keluarga mengunjungi jenazah. "Sampai malam masih ramai yang datang rekan-rekan Abang ke sini. Silih berganti, tamu tiba dan pergi, termasuk saat mengantarkan ke pemakaman, tidak ada firasat apa-apa datang pada keluarga sebelum kepergian beliau," ujar Juandi adik dari almarhum Zulmansyah Sekedang, Minggu (19/4/2026) yang tiba dari Aceh satu rombongan sekeluarga besar sejak Sabtu. 

Pantauan AsiaPeristiwa.com di kediaman almarhum, tenda didirikan sebanyak 2 buah di depan teras rumah dan di jalan gang depan rumah beserta ratusan kursi. Rumah almarhum berada dalam gang persis di samping Masjid, di ujung jalan. Tiba di Masjid tidak ada lagi jalan yang bisa di lalui, buntu. Masjid itu bangunan terakhir dalam gang tersebut, sedangkan rumah almarhum berada sebelum Masjid sebelah kanan jalan. Rumah yang cukup sederhana itu luas tanah sekitar 10 meter x 24 meter, memanjang ke belakang. Terlihat seperti rumah masyarakat komplek pada umumnya, bukan komplek elit, tidak ada yang menonjol dengan bangunan rumah almarhum tersebut. Sepertinya rumah KPR tipe 36 yang telah direnovasi dan diperluas bangunannya ke belakang, dua petak rumah dijadikan satu rumah bulatan.

Para tamu yang datang saat melayat, selain parkir di sepanjang gang, juga tampak parkir di halaman Masjid yang dapat menampung sekitar 25 unit kendaraan roda 4. Sekitar 250 meter dari jalan utama atau jalan aspal, sedangkan jalan gang menjelang kediaman almarhum merupakan jalan semenisasi atau jalan cor.

Yang menjadi perhatian dan tampak kontras pada peristiwa ninggal dunia Zulmansyah tersebut, keberadaan ratusan karangan bunga, sebagai bentuk pesan duka cita dari berbagai kalangan, pribadi, organisasi, instansi,  perusahaan, media, pemerintah daerah, provinsi dan hingga instansi dari pusat, berjejer di tiga gang dalam komplek tersebut, satu gang lagi menjalar ke komplek tetangga  dan di sepanjang jalan utama. Semogaalmarhum ditempatkan di tempat terbaik di sisi Allah SWT. Keluarga yang ditinggalkan selalu tabah melepas kepergian almarhum. (APC-FM)

#kediaman pribadi Zulmansyah Sekjen PWI Pusat