Tempuh Rel Kereta Api ke Bencana di Jembatan Kembar, Wako Hendri Arnis: Masyarakat Jangan Lewat Sini

Tempuh Rel Kereta Api ke Bencana di Jembatan Kembar, Wako Hendri Arnis: Masyarakat Jangan Lewat Sini
Kawasan Jembatan Kembar di perbatasan Padang Panjang dan Tanah Datar oasca banjir bandang, terlihat masih penuh dengan tumpukan lumpur dan kayu. (Foto: IST)

Padang Panjang, AsiaPeristiwa.com - Walikota Padang Panjang Hendri Arnis melakukan spekulasi menantang nyawa untuk menembus Jembatan Kembar, dengan berjalan kaki lewat jalan kereta api dari arah Lembah Anai, Jumat (28/11/2025) sore.

Hendri Arnis menggunakan jalan rel kereta api karena jalan Nasional ke arah Jembatan Kamba itu ambrol oleh banjir.

"Saya tidak menyarankan warga lewat dari jalur ini. Sebab sangat berbahaya," ujar Walikota Padang Panjang Hendri Arnis, dikutip dari situs Diskominfo Padang Panjang.

Ia berjalan ke lokasi Jembatan Kembar dari kawasan Lembah Anai karena jalanan masih penuh dengan lumpur, meski kiri kanan jalan sudah dibersihkan, tetapi dia nekad jalan lewat rel kereta api yang memang mengarah ke Jembatan Kembar.

Walikota Hendri Arnis yang datang bersama tim gabungan Pemko Padang Panjang membutuhkan waktu 30 menit untuk sampai ke lokasi Jembatan Kamba.

Masih memakai pakaian yang penuh dengan lumpur, walikota dua periode Padang Panjang ini masih dengan nafas terengah engah menyampaikan keprihatinnya atas musibah tersebut.

Jembatan Kembar adalah jembatan yang membagi ruas jalan dari arah Padang Panjang ke kabupaten Padang Pariaman menjadi dua ruas ke arah Kota Padang.

Jembatan itu landmark-nya Kota Padang Panjang. Selain menjadi pemisah jalan satu ruas menjadi dua ruas dari dan ke kota Padang Panjang, di atas jembatan itu terdapat jalan kereta api yang menghubungkan Kota Padang Panjang ke Kota Padang.

Kawasan Jembatan Kamba saat ini seratus persen tertimbun oleh lumpur berupa batuan yang dibawa oleh arus sungai yang menggila sejak beberapa hari terakhir.

Di lokasi, alat berat terus membersihkan material longsor berupa batu besar dan lumpur. Tim gabungan dari berbagai unsur juga melakukan evakuasi terhadap warga yang tinggal di seberang, terutama rumah-rumah yang tidak lagi aman untuk ditempati.

“Kita sudah dalam status tanggap darurat bencana. Langkah awal yang kita lakukan adalah mengevakuasi masyarakat yang berpotensi terdampak ke tempat aman. Selanjutnya kita menginventarisasi titik-titik yang perlu perbaikan mulai dari sekarang,” ujarnya.

Wako Hendri menambahkan, percepatan pembersihan material longsor menjadi prioritas agar bantuan dari berbagai pihak bisa segera masuk ke Kota Padang Panjang.

“Terima kasih kepada seluruh pihak, TNI/Polri, Basarnas, Brimob, Satpol PP dan Damkar, Dishub, PMI, Tagana, tim medis, serta para relawan yang telah bekerja keras mengevakuasi warga dan membersihkan puing-puing longsor ini. Semoga daerah kita segera pulih kembali." ujar Hendri Arnis.

Dari data sementara hingga tadi malam, telah ditemukan 19 jenazah di sepanjang aliran Batang Anai, sementara laporan warga masih banyak anggota keluarganya yang hilang. (APC-FM)

#rel kereta apa jalan alternatif walikota