Dharmasraya, AsiaPeristiwa.com - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) diduga penyebab keracunan, 89 siswa SMAN 1 Sungai Rumbai, 5 orang ibu hamil, 2 orang pegawai MBG di Kabupaten Dharmasraya, mengalami gejala yang mengarah pada keracunan masal usai mengonsumsi makanan MBG di sekolah, Rabu (4/2/2026).
Akibat kejadian tersebut, para siswa yang menunjukkan gejala keracunan dilarikan ke RSUD Sungai Rumbai dan Puskesmas Sungai Rumbai untuk mendapatkan penanganan medis.
Para korban mengalami keluhan mual, muntah, diare, hingga demam, tak lama setelah menyantap makanan MBG yang dibagikan di lingkungan sekolah.
Makanan MBG tersebut diketahui berasal dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sang Surya.
Salah satu sumber dari wali murid, mengaku khawatir setelah mendapat kabar dari anaknya yang dirawat di rumah sakit.
“Saat saya dihubungi anak saya tadi, dia menyampaikan kondisinya dan sekarang sedang dirawat di RSUD Sungai Rumbai,” ujar nya.
Ia menjelaskan, anaknya mulai merasakan gangguan kesehatan tidak lama setelah mengonsumsi makanan MBG.
“Menurut keterangan anak saya, dia mengalami mual, muntah, dan diare setelah makan MBG di sekolah,” jelasnya.
Sementara, Plt Sekretaris Daerah Kabupaten Dharmasraya, Jasman Rizal, mengatakan pihak pemerintah daerah masih melakukan pendalaman dan belum dapat memastikan apakah kejadian tersebut merupakan kasus keracunan makanan.
“Kita belum bisa menduga itu keracunan atau tidak. Saat ini kita sedang melakukan pengecekan dan mengambil sampel, apakah berasal dari makanan hari ini atau makanan kemarin,” ujar Jasman Rizal saat dikonfirmasi media.
Ia menambahkan, proses pengambilan sampel makanan serta pendataan korban masih terus dilakukan guna memastikan penyebab pasti kejadian tersebut.
Kasus ini langsung menyita perhatian publik, mengingat Program MBG merupakan program strategis pemerintah yang bertujuan meningkatkan asupan gizi pelajar.
Dugaan keracunan massal ini pun memunculkan desakan agar pihak terkait melakukan evaluasi menyeluruh terhadap standar keamanan pangan, pengawasan dapur penyedia MBG, serta distribusi makanan ke sekolah-sekolah.
Media ini akan terus memantau perkembangan kasus tersebut dan menunggu hasil pemeriksaan resmi dari instansi berwenang. (APC-FM)
#keracunn MBG